Romantisme dalam Kesederhanaan

July 01, 2015

Sebenarnya ini cerita tentang salah satu ukm (unit kegiatan mahasiswa) dikampusku. Ini cerita menurut pandanganku ajasih entah menurut orang lain pasti bakal beda. Entah mengapa dulu sama sekali tidak tertarik dengan ukm ini bahkan (maaf) sempat memandang sebelah mata, ukm yg anggotanya terlalu sopan, banyak aturan, gaboleh ini itu, pokoknya enggak aku banget, dan gamau gabung ke ukm ini.

"Don’t just the book by the cover"

Ini berawal dari aku menjadi mahasiswa magang dikampusku. Awal magang pasti banyak yg nanya siapa, dari jurusan apa, semester berapa. Yagitulah. Sampai akhirnya kenal dengan salah satu coordinator tempat magangku yang sekaligus pembina ukm tersebut.
Di tempat magang Alhamdulillah berada di lingkungan yg bagus dikelilingi dengan orang yg rajin sholat dan puasa Senin Kamis dan mau ngga mau dulu yg dulu males banget pergi ke masjid kampus saat Dhuhur maupun Ashar, jadi terbawa lingkungan rajin ke masjid kampus. (kalo ada yang bilang aku rajin ke masjid biar ketemu si A, B , C, D atau apalah itu salah besar. Gaada hubungannya dengan itu,)
Sampai akhirnya pak A ngajak aku ikut kegiatan yang diselenggarakan di ukm tersebut. 3 hari sebenarnya tapi cuma ikut 2 hari karena suatu hal ya. Antara nggak kenal anggota-anggotanya dan ngga suka sama ukm ini. FYI sekelas ngga ada yang ikut ini ukm -_-. Okelah gapapa dengan terpaksa ikut tambah pengalaman. Dan selama 2 hari itu aku mengamati kegiatan di ukm ini. Penuh dengan kesederhanaan. Misalkan makan bersama-sama di 1 tempat yg cukup besar dengan makanan yg sederhana dan itu harus dihabiskan kalo ngga berati tidak menghargai yang memberi. Ini pertama kalinya aku makan kaya gini, sama sekali ngga kepikiran jijik atau gimana gitu. Bahkan aku sangat menikmati makan bersama dengan banyak orang dan terasa sangat nikmat. Ini jujur. Contoh lain ketika ada makanan kecil harus dibagi sama rata meski itu kebagian secuil tapi ngga boleh makanan tersebut dimakan sendiri. Dan banyak hal lain yang membuat ketidaksukaanku tentang ukm ini berubah 180 derajat. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil saat ikut kegiatan ini.

Hari hari biasa ketika shalat di masjid, aku mengamati anak-anak yang ikut ukm ini. Ada yang ngaji, sharing2 tentang agama, belajar Alquran dll. Hari jumat sore aku ke masjid lihat mereka sedang sibuk menyiapkan takjil di masjid. Dalam hati kok masi ada yaa anak muda yang mau meluangkan waktu untuk membantu orang lain disaat banyak anak muda yang lain memilih nongkrong ke kafe2, mereka memilih menghabiskan waktu di masjid. Kagum banget. Sebenarnya mau ikut ukm ini tapi hati sama pikiran kadang bertolak belakang entahlah.

You Might Also Like

0 komentar